Jumat, 08 Mei 2026

Biografi R.A.A. Wiratanuningrat: Bupati Tasikmalaya Pembuka Lakbok 1908-1937

PAHLAWAN PEMBUKA LAKBOK YANG TERLUPAKAN: R.A.A. WIRATANUNINGRAT
 
Raden Aria Adipati Wiratanuningrat adalah nama besar yang hampir terhapus dari lembaran sejarah. Beliau adalah Bupati Tasikmalaya (dahulu bernama Kabupaten Sukapura) yang menjabat selama periode 1908 hingga 1937. Di tangan beliaulah wilayah seluas Lakbok, Banjar, Rawa Lakbok, hingga Pangandaran dibuka, diatur, dan dikembangkan menjadi wilayah yang bernilai tinggi.
 
Berikut adalah 4 JASA BESAR BELIAU yang tak ternilai bagi sejarah Priangan Timur:
 
1. ⏳ Membabat Hutan Selama 29 Tahun
 
Menjabat sebagai Bupati selama 29 tahun (1908–1937), menjadikan beliau pemimpin dengan masa jabatan terlama dalam sejarah pemerintahan Tasikmalaya. Sepanjang masa itu, fokus utama kebijakannya adalah pembukaan wilayah baru dan pemanfaatan lahan rawa yang luas.
 
2. πŸ“œ Menulis Buku "Ngabukbak Lakbok" (1930)
 
Sebagai bukti otentik dan dokumen sejarah yang tak terbantahkan, beliau menulis buku berjudul "Ngabukbak Lakbok" pada tahun 1930. Buku ini menjadi catatan resmi, teknis, dan sejarah lengkap mengenai proses pengeringan rawa, pembukaan lahan pertanian, dan pengelolaan wilayah Lakbok yang saat itu masih berupa hutan belantara dan rawa-rawa luas.
 
3. πŸ—Ί️ Memimpin 10 Kawedanan (Wilayah Terluas)
 
Di bawah kepemimpinannya, Kabupaten Sukapura (Tasikmalaya) merupakan wilayah terluas di Priangan Timur yang membawahi 10 Kawedanan besar, di antaranya: Banjar, Lakbok, Rawa Lakbok, Cijulang, dan Pangandaran. Semua wilayah ini adalah bagian utuh dari administrasi Tasikmalaya sebelum terjadi pemekaran.
 
4. ✅ Sumber Utama "Wawatjan Kidung Lakbok" 1956
 
Catatan dan kisah sejarah yang ditulis oleh R.A.A. Wiratanuningrat menjadi rujukan utama bagi para peneliti setelahnya. Tokoh besar budaya Sunda, Ajip Rosidi, dan ahli bahasa R.A. Danadibrata menegaskan bahwa isi naskah kuno "Wawatjan Kidung Lakbok" (1956) bersumber langsung dari catatan dan sejarah yang dibukukan oleh Bupati Wiratanuningrat.
 
 
 
⚠️ TRAGEDI SEJARAH: TAHUN 1939
 
Satu tahun setelah beliau pensiun dan mengakhiri pengabdiannya (1937), terjadi peristiwa besar yang mengubah peta sejarah selamanya. Melalui peraturan pemerintah kolonial Belanda Staatsblad No. 679 Tahun 1937/1939, wilayah-wilayah yang telah beliau buka, kembangkan, dan urus selama 29 tahun lamanya, secara administratif dipindahkan dan digabungkan ke dalam wilayah Kabupaten Ciamis.
 
Wilayah hasil keringat, pemikiran, dan kerja keras beliau, beralih tangan ke kabupaten tetangga hanya karena kebijakan politik kolonial semata.
 
 
 
πŸ“Œ KESIMPULAN SEJARAH
 
Lakbok, Banjar, hingga Pangandaran adalah "anak kandung" Tasikmalaya.
 
Darah, keringat, dan sejarah pembukaannya adalah milik Sukapura/Tasikmalaya. Perpindahan status administrasi pada tahun 1939 hanyalah kebijakan sesaat zaman penjajah, namun asal-usul, akar budaya, dan sejarah pembukaannya tidak bisa dihapus. Raden Aria Adipati Wiratanuningrat adalah pahlawan pembuka Lakbok yang jasa-jasanya wajib kita kenang dan banggakan.
 
 
 
πŸ“š SUMBER & REFERENSI:
 
1. Wiratanuningrat, R.A.A. (1930). Ngabukbak Lakbok. Tasikmalaya: Penerbit Resmi.
2. Danadibrata, R.A. (2009). Onom jeung Rawa Lakbok. Bandung: Kiblat Buku Utama. (Halaman 12–15).
3. Staatsblad van Nederlandsch-IndiΓ« No. 679 Tahun 1937/1939.
 
 
 
Tags:
#RAAWiratanuningrat #BupatiTasikmalaya #PembukaLakbok #SukapuraBersatu #11MeiKeramat #SejarahSunda #WarisanKaruhun

Peta Kuno 1930: Bukti 10 Kawedanan Tasikmalaya Sebelum Dipecah Belanda.

PETA BICARA: LAKBOK ANAK TASIK!
 
Dipublikasikan: 8 Mei 2026, 17:06 WIB
 
Peta resmi Hindia Belanda tahun 1930 menjadi bukti sejarah yang tak terbantahkan: pada masa itu, Kabupaten Tasikmalaya atau yang dulu bernama Sukapura, terdiri dari 10 Kawedanan. Sementara itu, wilayah Kabupaten Ciamis saat itu hanya memiliki 5 Kawedanan saja.
 
πŸ“Œ 10 KAWEDANAN TASIKMALAYA TAHUN 1930
 
1. Tasikmalaya
2. Manonjaya
3. Singaparna
4. Taraju
5. Karangnunggal
6. Cikatomas
7. Banjar
8. Lakbok
9. Rawa Lakbok
10. Pangandaran
 
 
 
⚠️ 1939: TAHUN "RAMPOK" SEJARAH
 
Melalui peraturan Staatsblad Nomor 679 Tahun 1939, terjadi perubahan batas wilayah yang sangat besar dan mengubah peta sejarah kita selamanya. Lima wilayah kawedanan yang asli milik Tasikmalaya dipindahkan dan digabungkan ke dalam wilayah Kabupaten Ciamis, yaitu:
 
- Banjar
- Lakbok
- Rawa Lakbok
- Cijulang
- Pangandaran
 
Perubahan administrasi ini mengubah identitas wilayah tersebut secara administratif, namun tidak bisa menghapus akar sejarah dan asal-usulnya.
 
 
 
✅ KESIMPULAN SEJARAH
 
Garis batas wilayah yang tergambar jelas di peta resmi tahun 1930 adalah saksi bisu yang membuktikan bahwa Lakbok, Banjar, Rawa Lakbok, hingga Pangandaran adalah bagian asli, "anak kandung" dari tanah Tasikmalaya (Sukapura). Perpindahan tahun 1939 hanyalah pengalihan administrasi, bukan penghapusan asal-usul sejarah.
 
 
 
πŸ“š SUMBER DAN BUKTI TERTULIS
 
1. Arsip Nasional Republik Indonesia, Kode K.43 Nomor 125 – Peta Keresidenan Priangan Tahun 1930
2. Wiratanuningrat, R.A.A. (1930). Ngabukbak Lakbok. Halaman 3
3. Danadibrata, R.A. (2009). Onom jeung Rawa Lakbok. Halaman 15
 
 
 
Tags:
#Peta1930 #10KawedananTasik #LakbokAnakTasik #Staatsblad679 #SukapuraBersatu #11MeiKeramat

Staatsblad 679 Tahun 1939: Bukti Lakbok Bagian Sukapura/Tasikmalaya

DOKUMEN RESMI BELANDA TERBONGKAR: Lakbok, Banjar, hingga Pangandaran Dulunya Bagian Sukapura!
 
Sebelum tahun 1939, seluruh wilayah yang kini kita kenal sebagai Kawedanan Banjar, Kecamatan Lakbok, Rawa Lakbok, Cijulang, hingga Pangandaran, secara administrasi pemerintahan masuk ke dalam wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Pada masa itu, nama kabupaten ini masih dikenal dengan sebutan Kabupaten Sukapura, wilayah yang sangat luas dan makmur.
 
Berikut adalah 4 FAKTA HUKUM DAN SEJARAH YANG TAK TERBANTAHKAN, berdasarkan dokumen asli dan penelitian para ahli:
 
1. πŸ“œ Staatsblad No. 679 Tahun 1937/1939
 
Ini adalah Undang-Undang resmi Pemerintah Hindia Belanda yang menjadi dasar hukum pemindahan wilayah. Melalui peraturan ini, sebanyak 5 Kawedanan besar dipisahkan dari Kabupaten Tasikmalaya (Sukapura) dan digabungkan ke dalam wilayah Kabupaten Ciamis. Perubahan batas wilayah ini bertahan hingga masa kemerdekaan dan berlaku sampai sekarang.
 
2. πŸ—Ί️ Perbandingan Luas Wilayah
 
Sebelum tahun 1939, Kabupaten Tasikmalaya (Sukapura) merupakan wilayah terluas di Priangan Timur, yang membawahi 10 Kawedanan. Sementara itu, Kabupaten Ciamis saat itu hanya memiliki 5 Kawedanan. Perbedaan ukuran wilayah ini membuktikan bahwa sejarah, budaya, dan asal-usul masyarakat di wilayah Banjarpatroman dulunya adalah satu kesatuan utuh bersama Sukapura.
 
3. ⚒️ Dibuka dan Diurus oleh Bupati Tasikmalaya
 
Wilayah Rawa Lakbok dibuka, dikeringkan, dan diatur secara langsung di bawah pemerintahan R.A.A. Wiratanuningrat (Bupati Sukapura/Tasikmalaya periode 1908–1937). Bukti tertulis otentik terdapat dalam buku karyanya yang berjudul "Ngabukbak Lakbok", terbit tahun 1930. Buku ini menjadi catatan sejarah pembukaan lahan paling lengkap yang pernah ada.
 
4. ✅ Validasi Ahli Bahasa Sunda (R.A. Danadibrata, 1979)
 
Tokoh bahasa Sunda terbesar, penyusun Kamus Basa Sunda, R.A. Danadibrata, dalam bukunya "Onom jeung Rawa Lakbok" secara tegas menyatakan bahwa kisah sejarah dan legenda di wilayah ini SAMA PERSIS dengan apa yang tertulis dalam naskah kuno "Wawatjan Kidung Lakbok" karya Aki Ranadjangga Matim (1956). Artinya: ini sejarah nyata, bukan dongeng belaka.
 
 
 
πŸ“Œ KESIMPULAN SEJARAH:
 
Kerajaan kuno Banjarpatroman yang diceritakan dalam Wawatjan Kidung Lakbok (1956) pada dasarnya adalah SATU KESATUAN WILAYAH DAN BUDAYA yang utuh di bawah wilayah Sukapura. Pemecahan wilayah yang terjadi pada tahun 1939 hanyalah kebijakan politik kolonial Belanda untuk memudahkan administrasi, namun akar sejarah dan darah daging masyarakatnya tetaplah satu.
 
 
 
πŸ“š SUMBER PRIMER & SEKUNDER:
 
1. Staatsblad van Nederlandsch-IndiΓ« No. 679 Tahun 1937/1939
2. Wiratanuningrat, R.A.A. (1930). Ngabukbak Lakbok. Tasikmalaya: Penerbit Pemerintah.
3. Danadibrata, R.A. (2009). Onom jeung Rawa Lakbok. Bandung: Kiblat Buku Utama. (Halaman 12–45).
4. Harapan Rakyat. (2025, 20 Juli). "Kupas Tuntas Sejarah Priangan Timur dari Tahun ke Tahun".
 
 
 
Tags:
#SukapuraBersatu #Staatsblad679 #LakbokAnakTasik #11MeiKeramat #WKLSejarahBukanDongeng #SejarahSunda #WarisanKaruhun #Banjarpatroman

Senin, 12 Agustus 2013

LUCU, KUAT MINUM WISKI

Kuat Minum Wiski

Seorang Amerika berjalan masuk ke sebuah bar di Jerman. Tak lama kemudian, dengan meninggikan suaranya ia berteriak-teriak di hadapan segerombolan pemabuk:

"Aku pernah dengar orang berkata, orang Jerman semuanya bisa minum arak. Aku sekarang menawarkan hadiah sebesar 1000 dollar AS kepada kalian, siapa yang bisa sekaligus minum 5 botol Wiski, maka uang ini segera kuberikan kepadanya."

Saat itu suasana bar tenang-tenang saja, tiada orang yang berani dengan gegabah menjawab tawaran orang Amerika itu. Orang Amerika tersebut senangnya bukan main, ia mengira orang Jerman semuanya boleh dengan seenaknya diperlakukan secara sewenang-wenang, maka ia sekali lagi berteriak-teriak: "Sekarang aku bersedia menambah jadi 2000 dollar AS. Siapa di antara kalian yang berani mencobanya? Yuk, silahkan maju ke depan!"

Pada saat ini ada seorang Jerman berlari keluar menuju pintu bar. Sesudah lewat kurang lebih setengah jam kemudian, ia kembali lagi. Sambil menepuk-nepuk bahu orang Amerika itu, ia berkata: "Apakah omongan Anda tadi masih berlaku?"

Orang Amerika itu ketawa terpingkal-pingkal dan dengan lantang mengulangi janjinya yang tadi dikatakan di depan umum: "O, jangan khawatir, omonganku tadi sudah tentu masih berlaku!"

Orang Jerman itu bukan main senangnya. Ia segera minta 5 botol Wiski ke meja kedai bar, kemudian dengan memejamkan kedua matanya ia menenggak sekaligus 5 botol Wiski itu ke dalam perutnya. Orang Amerika itu sangat terkejut, seketika kehilangan muka. Ia mau tak mau harus menepati janjinya, yaitu memberikan 2000 dollar AS kepada orang Jerman itu sebagai hadiah, kemudian dengan rasa kagum dan takjub ia menanyanya lebih jauh: "Kamu tadi sebelumnya mengapa kok buru-buru lari keluar dari pintu bar ini?"

Orang Jerman itu berkata: "Aku tadi lari keluar ke bar di depan bar ini. Di sana aku telah mencoba lebih dulu, apakah aku benar-benar mampu sekaligus menenggak 5 botol Wiski."
L&E&N