PAHLAWAN PEMBUKA LAKBOK YANG TERLUPAKAN: R.A.A. WIRATANUNINGRAT
Raden Aria Adipati Wiratanuningrat adalah nama besar yang hampir terhapus dari lembaran sejarah. Beliau adalah Bupati Tasikmalaya (dahulu bernama Kabupaten Sukapura) yang menjabat selama periode 1908 hingga 1937. Di tangan beliaulah wilayah seluas Lakbok, Banjar, Rawa Lakbok, hingga Pangandaran dibuka, diatur, dan dikembangkan menjadi wilayah yang bernilai tinggi.
Berikut adalah 4 JASA BESAR BELIAU yang tak ternilai bagi sejarah Priangan Timur:
1. ⏳ Membabat Hutan Selama 29 Tahun
Menjabat sebagai Bupati selama 29 tahun (1908–1937), menjadikan beliau pemimpin dengan masa jabatan terlama dalam sejarah pemerintahan Tasikmalaya. Sepanjang masa itu, fokus utama kebijakannya adalah pembukaan wilayah baru dan pemanfaatan lahan rawa yang luas.
2. ๐ Menulis Buku "Ngabukbak Lakbok" (1930)
Sebagai bukti otentik dan dokumen sejarah yang tak terbantahkan, beliau menulis buku berjudul "Ngabukbak Lakbok" pada tahun 1930. Buku ini menjadi catatan resmi, teknis, dan sejarah lengkap mengenai proses pengeringan rawa, pembukaan lahan pertanian, dan pengelolaan wilayah Lakbok yang saat itu masih berupa hutan belantara dan rawa-rawa luas.
3. ๐บ️ Memimpin 10 Kawedanan (Wilayah Terluas)
Di bawah kepemimpinannya, Kabupaten Sukapura (Tasikmalaya) merupakan wilayah terluas di Priangan Timur yang membawahi 10 Kawedanan besar, di antaranya: Banjar, Lakbok, Rawa Lakbok, Cijulang, dan Pangandaran. Semua wilayah ini adalah bagian utuh dari administrasi Tasikmalaya sebelum terjadi pemekaran.
4. ✅ Sumber Utama "Wawatjan Kidung Lakbok" 1956
Catatan dan kisah sejarah yang ditulis oleh R.A.A. Wiratanuningrat menjadi rujukan utama bagi para peneliti setelahnya. Tokoh besar budaya Sunda, Ajip Rosidi, dan ahli bahasa R.A. Danadibrata menegaskan bahwa isi naskah kuno "Wawatjan Kidung Lakbok" (1956) bersumber langsung dari catatan dan sejarah yang dibukukan oleh Bupati Wiratanuningrat.
⚠️ TRAGEDI SEJARAH: TAHUN 1939
Satu tahun setelah beliau pensiun dan mengakhiri pengabdiannya (1937), terjadi peristiwa besar yang mengubah peta sejarah selamanya. Melalui peraturan pemerintah kolonial Belanda Staatsblad No. 679 Tahun 1937/1939, wilayah-wilayah yang telah beliau buka, kembangkan, dan urus selama 29 tahun lamanya, secara administratif dipindahkan dan digabungkan ke dalam wilayah Kabupaten Ciamis.
Wilayah hasil keringat, pemikiran, dan kerja keras beliau, beralih tangan ke kabupaten tetangga hanya karena kebijakan politik kolonial semata.
๐ KESIMPULAN SEJARAH
Lakbok, Banjar, hingga Pangandaran adalah "anak kandung" Tasikmalaya.
Darah, keringat, dan sejarah pembukaannya adalah milik Sukapura/Tasikmalaya. Perpindahan status administrasi pada tahun 1939 hanyalah kebijakan sesaat zaman penjajah, namun asal-usul, akar budaya, dan sejarah pembukaannya tidak bisa dihapus. Raden Aria Adipati Wiratanuningrat adalah pahlawan pembuka Lakbok yang jasa-jasanya wajib kita kenang dan banggakan.
๐ SUMBER & REFERENSI:
1. Wiratanuningrat, R.A.A. (1930). Ngabukbak Lakbok. Tasikmalaya: Penerbit Resmi.
2. Danadibrata, R.A. (2009). Onom jeung Rawa Lakbok. Bandung: Kiblat Buku Utama. (Halaman 12–15).
3. Staatsblad van Nederlandsch-Indiรซ No. 679 Tahun 1937/1939.
Tags:
#RAAWiratanuningrat #BupatiTasikmalaya #PembukaLakbok #SukapuraBersatu #11MeiKeramat #SejarahSunda #WarisanKaruhun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar